Rangkuman Sosialisasi IAPT 3.0 di Hotel Prime Park Pekanbaru.
Sabtu, 1 Desember 2018 oleh Prof. Dr.ing. Mulyadi Bur – UNAND.

  • Perbedaan Proses dan Paradigma
    1. Tidak ada Borang, hanya Evaluasi Diri dan Laporan Kinerja
    2. Asesor akan visit 1 hari lebih lama untuk proses pembuatan report
    3. Hasil report akan diperiksa kembali 5 tahun yang akan datang, apakah rekomendasi yang diberikan dilakukan atau tidak.
    4. LKPT akan diisi dalam format excel sampai akhir tahun 2020, mulai 2021 Data Sapto akan langsung sinkron dengan PD Dikti.
  • Pendahuluan
    1. Sejarah akreditasi dimulai sejak 1989, milestone : 1994, 1996-1997, 1999-2001, 2006, 2009, 2011, 2013, 2015, 2017, dan pada 2018 dilaunching IAPT 3.0.
  • Penjelasan
    1. Siklus Akreditasi dimulai dari Evaluasi Diri.
    2. Laporan Monev dan AMI minimal 3 tahun terakhir.
    3. Data Mahasiswa menjadi salah satu asesor, data tampung naik turun menjadi indikator ketidak konsistenan. (daya tampung sangat tergantung pada fasilitas dan sdm).
    4. Dimensi yang diukur  ;
      1. Mutu kepemimpinan dan Kinerja Tata Kelola: Integritas Visi dan Misi, kepemimpinan, sistem manajemen sumber daya, kemitraan stategis, dan SPMI
      2. Mutu dan Produktivitas luaran (outputs), capaian (outcomes), dan dampak (impacts): Kualitas Lulusan, Produk Ilmiah dan Inovasi, serta Kebermanfaatan bagi masyarakat.
      3. Mutu Proses: Proses Pembelajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Suasana Akademik.
      4. Kinerja Mutu Input: Sumber Daya Manusia (dosen dan tenaga kependidikan), mahasiswa, kurikulum, sarana prasarana, keuangan (pembiayaan dan pendanaan)
    5. Mengapa Instrumen Akreditasi harus di-update?
      1. Out of Date: Penyesuaian dengan regulasi terkini
      2. Perubahan Paradigma: Input-Process-Based ke Output-Outcome-Based, Seribu perunggu tidak akan menggantikan 1 emas. Dosen Vokasi : Spesialis.
      3. Kelemahan dalam Penelitian: Peningkatan Akuntabilitas Proses Akreditasi.
  • Proses Penyusunan Evaluasi Diri